PENYULUHAN PENTINGNYA PEMERIKSAAN FUNGSI HATI PADA PASIEN DEMAM BERDARAH UNTUK KADER KESEHATAN DI PUSKESMAS TALUN KENAS
Abstract
Diabetes melitus merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang berdampak signifikan pada kualitas hidup dan angka morbiditas. Pemantauan kadar gula darah secara rutin menjadi langkah penting dalam mencegah komplikasi. Namun, tingkat kepatuhan pasien masih rendah, terutama di fasilitas kesehatan primer. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Indonesia dirancang untuk meningkatkan literasi kesehatan dan kepatuhan pasien melalui edukasi terstruktur.Tujuan: Mengevaluasi efektivitas edukasi pemeriksaan gula darah rutin terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan pasien Prolanis di Puskesmas Biru-Biru.Metode: Kegiatan pengabdian dilakukan melalui penyuluhan kelompok, demonstrasi penggunaan alat pengukur gula darah, dan pendampingan praktik mandiri kepada 50 pasien Prolanis. Penilaian dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test serta observasi langsung terhadap keterampilan pasien.Hasil: Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman pasien secara signifikan. Sebelum kegiatan, hanya sebagian kecil pasien yang memahami jadwal pemeriksaan dan mampu menggunakan alat mandiri, namun setelah edukasi, tingkat pengetahuan meningkat hingga 85% dan keterampilan praktik pasien menjadi lebih baik.Kesimpulan: Edukasi pemeriksaan gula darah rutin yang dilakukan secara terstruktur dan interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepatuhan pasien Prolanis. Program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan di fasilitas kesehatan primer sebagai upaya pencegahan komplikasi diabetes.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Katarina Julike, Syaiful Batubara, Fahrizal Alwi, Selamat Ginting, Jilli Charissa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.